Andy Pattiro Surakarta: Membangun Internet for Kids dan Sekolah Rakyat
Andy Pattiro Surakarta:
Membangun Internet for Kids dan Sekolah Rakyat
Gagap teknologi bisa jadi istilah yang akan segera hilang dari kosakata anak-anak di Kampung Sodipan RT 08/05, Pajang, Laweyan, Surakarta. Setidaknya untuk teknologi komputer dan internet. Fasilitas Internet for Kids telah membuka cakrawala anak - anak kampung tersebut. Setiap hari, anakanak di Sodipan bebas menggunakan internet untuk keperluan belajar mereka. Dengan layanan internet, dunia seakan tanpa batas untuk mereka jelajahi.
Internet for kids di Sodipan dibangun di halaman kantor Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Surakarta. Layanan internet gratis untuk anak-anak di kampung tersebut merupakan kreasi dari Andy. Bersama Setyo DHÂ dan Andy Apriyanto, ia mewujudkan impiannya untuk berikan layanan internet gratis kepada anak-anak di kampungnya.
“ Banyak anak-anak yang t idak bisa menggunakan internet,†cetus Andy ketika ditemui atuDunia. Malah ada yang tidak apa itu internet. Padahal, dalam sistem pendidikan dasar di Indonesia, Pemerintah mulai menggunakan teknologi internet. Ia mencontohkan, penerimaan siswa baru saat ini menggunakan pendaftaran online. Menurut alumni Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro ini, ketida kmampuan anak-anak dalam menggunakan internetakan mengganggu sistem pendidikan.
Bagi pria kelahiran 23 Agustus 1969 ini,ketidakmampuan anak-anak dalam menggunakan internet diperkampungan lebih karena tidak adanya akses internet. “Kalaupun ada, anak-anak harus ke warnet dengan biaya yang tidak murah,†terang Andy. Melihat kondisi tersebut, A n d y k e m u d i a n berangan-angan untuk membuat internet gratis bagi anak-anak. Namun, bagi Andy,itu bukan mimpi yang tidak bisa diwujudkan, meskipun dibutuhkan modal yang t ida k s edi k i t . I a kemudi an mencoba merealisasikan impiannya tersebut. Baginya, keterbatasan tidak oleh dijadikan alasan untuk menjadi lemah. Pria murah senyum yang sehari-hari bekerja di Pattiro sebagai Manager Keuangan ini lalu meminta izin kepada lembaga tempatnya bekerja untuk membuat program “Internet for kids. Pattiro pun mengizinkannya dan memberikan fasilitas berupa tempat, akses internet, dan aliran listrik. “Dengan menggunakan beberapa komputer bekas, kami akhirnya bisa mendirikan Internet for Kids,†terang bapak tiga anak ini.
Saat ini, fasilitas internet untuk anak-anak kreasi Andy ini sudah mulai berjalan. “Untuk sementara, akses internet dibatasi mulai jam 10 pagi sampai dengan jam 9 malam,†terang Andy. “Lumayan, lah. Kesampaian juga†ujarnya. Namun, Andy masih punya banyak mimpi. Ia mengaku ingin membangun kampung hot-spot. Sehingga, semua orang nantinya bebas untuk mengakses layanan internet. Andy juga bercita-cita untuk membangun Perpustakaan Komunitas.
Selain mengembangkan internet untuk anakanak, Andy saat ini tertarik untuk mengutak-atik website Pattiro Surakarta yang sempat mati suri. Menurut Andy, di tengah kemajuan zaman, website menjadi alat yang ampuh. “Website bisa menjadi corong untuk berteriak-teriak,†kata Andy. Selain itu, untuk organisasi, website bisa digunakan untuk mencatat urutan kerja atau dokumentasi. Sebagai organisasi yang banyak melakukan kajian terhadap kebijakan publik, website diharapkan
bisa menjadi tempat rujukan. Bagi pria kelahiran Kendal-Jawa Tengah ini, mengabdi untuk kepentingan masyarakat adalah panggilan jiwa. Namun, setelah banyak mengabdikan diri kepada masyarakat di luar daerah, Andy menyadari daerah kelahirannya di Kecamatan Boja, masih banyak tertinggal jika dibanding dengan daerah lainnya.
Pada pertengahan tahun 2001, dengan difasilitasi oleh Pattiro, Andy bersama rekan-rekannya mendirikan Sekolah Rakyat. Namun, secara formal sekolah ini berdiri pada 3 Juni 2002 dan merupakan divisi otonom milik Pattiro Jakarta. Namun, dalam perkembangannya, sekolah ini berkembang menjadi lembaga sendiri dengan nama Persyarikatan Sekolah Rakyat.
Mendirikan Sekolah Rakyat “Sekolah rakyat itu lahir untuk menguatkan masyarakat itu sendiri,†terang Andy. Menurut Andy, pada awal berdirinya Sekolah Rakyat, banyak kendala yang harus dihadapi. “Kendalanya itu dalam pendanaan, karena tidak ada funding yang mendanai. Para pegiatnya pun mempunyai pekerjaan masing-masing,†terang Andy. Namun, semua itu bukan menjadi masalah. Karena, masyarakat mempunyai kemauan yang keras untuk berjuang.
“Sekolah rakyat merupakan sekolah untuk belajar dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat,â€terang Andy. Di sekolah ini, semua hal bisa dipelajari secara bersama-sama oleh masyarakat. Untuk referensi dan bahan bacaan, terdapat Perpustakaan Damarati yang menyediakan berbagai macam buku bacaan.
Menurut Andy, sekolah rakyat didirikan untuk pemberdayaan masyarakat. Melalui proses belajar bersama, masyarakat akan menjadi lebih kritis dan bertanggung jawab. “Karena awalnya didirikan Pattiro, kebanyakan adalah advokasi kebijakan publik,†terang Andy. Ia mencontohkan, melalui Sekolah Rakyat, telah berhasil dikeluarkan Perdes yang lebih artisipatif dan sesuai aspirasi masyarakat. Andy mengaku, belum semua cita-citanya dalam pengabdian di masyarakat terkabul.
Namun, yang pasti, Andy sedikit lega karena sesuatu yang dulunya hanya angan-angan sekarang sudah bisa diwujudkan. Meskipun dengan segala keterbatasan, Andy bisa mewujudkan mimpi tersebut menjadi kenyataan. Internet for kids dan sekolah rakyat menjadi bukti konsistensi Andy untuk tidak menyerah dengan kekurangan.



