Soal Tumpahan Minyak ke Laut, Warga Ancam Serbu PT Hess

Warga 4 Desa Ancam Serbu Hess, Buntut Minyak Tumpah ke Laut

26 April 2009

GRESIK-Molornya penanganan kasus tumpahnya minyak mentah ke laut milik Hess Indonesia Pangkah (HIP) Ltd menyulut kemarahan warga. Setidaknya, warga empat desa yang dimotori empat kepala desa yang berasal dari Desa Pangkah Wetan, Pangkah Kulon, Banyu Urip dan Ngimboh di Kecamatan Ujungpangkah alias Aliansi 4 Pemerintahan Desa (A4PD), mengancam akan melakukan aksi demo besar-besaran ke Hess.

Koordinator A4PD yang juga Kades Pangkah Wetan Syaifullah Mahdi mengancam akan mengerahkan massa untuk mendemo Hess jika perusahaan pengeboran minyak lepas pantai itu tidak segera menuntaskan kasus tumpahnya minyak mentah ke laut itu. Selain itu, pihaknya juga mendesak agar Hess secepatnya memberikan kompensasi kepara para nelayan karena pasca-kejadian tersebut hasil tangkapan mereka menurun drastis. “Jika dalam seminggu sejak tanggal 21 April pihak Hess tak juga menanggapi pernyataan sikap ini, kami akan mengerahkan massa untuk demo,” ancam Syaifullah, kemarin.

Selain persoalan tersebut, lanjut Syaifullah, Tim Community Development (Comdev) di Gresik yang dilaksanakan oleh Hess masih melakukan tugasnya setengah hati, sering molor dan kerap tidak menepati janji tanpa alasan yang jelas.

”Selama ini, Comdev yang dijanjikan oleh Hess tidak sesuai dengan kenyataan. Karena itu, kami minta agar Comdev 2009 segera direalisasi dengan penuh transparansi, serta pengelolaannya diserahkan ke desa setempat,” pintanya serius.
 
Sementara itu, tumpahnya minyak mentah milik Hess ini terus mendapat perhatian serius dari kepolisian. Buktinya, penanganan tumpahnya minyak mentah tersebut kini ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan. Tidak hanya itu, Polres juga mendatangkan tim Labfor cabang Surabaya, Polda Jatim untuk menyelidiki aspek kimia dari tumpahan minyak itu. Bahkan, Polres Gresik juga mendatangkan tim Labfor fisika untuk mengecek bagian mesin, mengapa sampai terjadi tumpahan minyak tersebut.

Kapolres Gresik AKBP M Iqbal ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan jika kasus tumpahnya minyak Hess tersebut sudah ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan. Kendati begitu, pihaknya belum dapat menetapkan siapa saja yang akan menjadi tersangka terkait kasus tersebut. “Belum adanya tersangka karena olah TKP dari tim Labfor belum tuntas. Kami juga masih menunggu hasil tim labfor, baik yang menyelidiki aspek kimianya maupun fisikanya terkait tumpahan minyak tersebut,” terang Kapolres.

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Fadli Widiyanto menambahkan, Polres mendatangkan tim Labfor bagian fisika untuk mengecek bagian mesin, mengapa sampai terjadi tumpahan minyak tersebut. Sedangkan tim Labfor bagian kimia yang turun ke lapangan untuk mengetahui tingkat pencemaran. Apabila semua data dan hasilnya sudah masuk, baru pihaknya akan menyimpulkan apakah ada pelanggaran pidana atau tidak.

”Kendati begitu, kami telah memeriksa dua karyawan Hess terkait dugaan pelanggaran UU No 23 tahun 97 tentang pencemaran lingkungan akibat tumpahan minyak tersebut,” tandas mantan Kasat Reskrim Polres Malang ini.

Menyikapi kasus tersebut, Ketua Paguyuban Nelayan Kali Mireng, Arman, meminta kepada Hess Indonesia Pangkah memberikan ganti rugi. Sebab, akibat tumpahan minyak itu, penghasilan nelayan menurun.

”Kami minta ganti rugi, karena ditempat tumpahan minyak itu adalah tempat berkumpulnya ikan. Kasihan para nelayan, gara-gara minyak Hess tumpah, hasil tangkapan ikannya menurun,” keluh Arman yang diamini puluhan nelayan lainnya.

Terpisah, Plant Manager HIP Ricky Riswandri mengatakan, pihaknya telah mengerahkan seluruh sumber daya guna melakukan pembersihan akibat tumpahan tersebut. Di antaranya dengan empat barel hidrokarbon ringan yang telah dilepaskan dan dikumpulkan di sepanjang 150 meter garis pantai dan sekitar Jetty milik PT Maspion. Dengan menggunakan teknik oil boom, tumpahan dapat segera terkumpul. “Insiden ini benar-benar telah kami tangani secara profesional,” tegas Ricky. (dik)

Link : http://www.dutamasyarakat.com/1/02dm.php?mdl=dtlartikel&id=15766
 

PUBLIKASI

14.11.2013

Bagaimana menjembatani pengetahuan kepada masyarakat yang tampaknya tidak tersentuh ICT (teknologi informasi dan komunikasi)?

AGENDA

16.09.2014

Knowledge sharing merupakan salah satu isu penting dalam knowledge management (Manajemen Pengetahuan) dan juga mendukung keberhasilan suatu organisasi atau jaringan.