Walhi: Proyek Utang Clean Technology Fund Bank Dunia Hanya Topeng
Jika tidak ada aral melintang, pada Rabu (11/11), beberapa lembaga bisnis bantuan seperti Bank Dunia, Asian Development Bank (ADB), dan International Financial Corporation (IFC) akan menyelenggarakan semacam konsultasi publik mengenai proyek utangnya terkait perubahan iklim.
Proyek utang itu bernama Clean Technology Fund. Proyek utang baru itu cukup menggiurkan pemerintah Indonesia. Bahkan, sejak Oktober 2008, pemerintah Indonesia secara terbuka mengincar dana utang dari proyek ini.
Berbeda dengan pemerintah, organisasi masyarakat sipil di Indonesia bersikeras mengecam proyek utang yang mengatasnamakan isu perubahan iklim ini. “Proyek teknologi bersih Bank Dunia sepertinya hanya kedok untuk melegitimasi negara pemilik batubara untuk mengeksploitasi deposit batubara mereka,” ujar aktivis Walhi M. Teguh Surya di Jakarta (9/11).
Padahal, dampak buruk tambang batubara bukan hanya terkait persoalan emisi gas rumah kaca, melainkan juga berdampak bagi kesehatan manusia. “Sebagai contoh kasus, PLTU 10.000 megawatt di Cilacap memberikan dampak lingkungan yang besar,” jelasnya, “Warga sekitar terkena imbas dari situ dengan menderita batuk kronis dan TBC akibat asap pembakaran batu bara.”
Menurut Teguh Surya, seperti halnya dengan carbon capture storage yang hanya merupakan penegasan terhadap arogansi Bank Dunia untuk melanggengkan pengerukan sumber daya alam. “Jadi, kurang lebih selama ini, Bank Dunia hanya membiayai kematian lingkungan dan manusia,” tegasnya. “Kita hanya akan menggali kubur dengan rencana energi bersih Bank Dunia. Belum lagi masalah utang yang terkait dengan proyek itu,” kata Teguh Surya.



