Diskusi ICT dan Perempuan

Penulis: 
Misan

Diskusi ini dilatarbelakangi oleh kesulitan yang banyak dijumpai kaum perempuan untuk berkiprah menggunakan teknologi informasi dan komunikasi merupakan tantangan bagi kaum perempuan sendiri untuk meningkatkan kemampuan dirinya agar bisa memposisikan di era teknologi informasi ini.

Ketergantungan masyarakat terhadap informasi akan sangat tinggi, dalam ilmu komunikasi disebut sebagai "Information society" (masyarakat informasi). Dimana kaum perempuan juga harus mensosialisasikan keberadaanya di tengah-tengah masyarakat, berperan serta demi kepentingan bangsa dan negara.

Selain itu, dalam perjuangan keadilan dan kesetaraan gender yang disuarakan oleh kaum perempuan penting kiranya memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai "highway" bagi dunia informasi dengan diimbangi dengan kemampuan yang sesuai dengan dinamika sosial masyarakat, sebab posisi perempuan serta gerakan perempuan dinyatakan berhasil apabila masyarakat secara umum baik laki-laki maupun perempuan turut memperjuangkannya. Karenanya, penguasaan teknologi informasi dan komunikasi harus menjadi urgensi bagi gerakan perempuan di Indonesia.

Yang menjadi pembicara antara lain Nani Buntarian: Strategi komunikasi dalam gerakan perempuan,Liana Purbo: Liana telah memanfaatkan teknologi dalam pemgembangan kapasitas ibu-ibu PKK, Anwari: juga bagi pengalaman terkait dengan pemanfaatan teknologi. Ketiga materi tersebut di bahas oleh Idaman Andarmosoko yang merupakan aktivis dalam pengembangan informasi sistem.

Diskusi yang berlangsung hampir 5 jam dihadiri oleh 30-an peserta yang terdiri dari Ngo dan masyarakat pengguna ICT. Diskusi yang terbangun juga sekitar penggunaan ICT untuk kalangan perempuan yang selama ini tidak banyak mengefektifkan penggunaan ICT.Hadir juga disela-sela peserta Ono W purbo, pegiat ICT dan opensource yang mengikuti rangkaian acara diskusi itu secara seksama.
 

KABAR TERBARU

30.01.2012

JAKARTA, (PRLM).- Konvergensi media baru sebatas menguntungkan pemilik korporat media, belum menguntungkan publik sebagai pemilik frekuensi.

PUBLIKASI

02.02.2012

SatuDunia, Jakarta. Bisnis ICT begitu menggiurkan di Indonesia. Di balik itu ternyata ada wajah bopengnya. Indepth report terkait hal itu dapat diunduh/download di bawah ini.