Kebijakan Impor Udang Memperburuk Ekonomi Petani Lokal

Kebijakan Impor Udang Vaname Memperluas Masalah Pangan      

 
Monday, 19 October 2009
16 Oktober 2009 | 10:11 wib | Nasional

Jakarta, Cybernews. Pembukaan kran impor udang merupakan kebijakan salah kaprah. Impor udang bukanlah jawaban atas tidak terpenuhinya pasokan domestik, melainkan hanya akan memperburuk kondisi ekonomi petambak dan memperluas kerusakan lingkungan.

Demikian disampaikan Koalisi Rakyat untuk Kadilan Perikanan (KIARA) dalam siaran persnya (16/10).
Alih-alih mengimpor udang, pemerintah seharusnya segera melakukan pembenahan dalam tata kelola udang nasional, ujar M. Riza Damanik, Sekjen KIARA.

Para petani udang harus difasilitasi untuk mengembangkan produknya. Di sisi lain, pemerintah juga dituntut mengoreksi kebijakan ekspor produk-produk perikanan.

"Lebih dari 10% penduduk di setiap provinsi di Indonesia mengalami rawan pangan. Kerentanan ini dipicu oleh diekspornya bahan mentah besar-besaran ke Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa. Di sinilah letak persoalan sesungguhnya," kata Riza.

Menurut laporan KIARA, membuka keran impor udang vaname akan mematikan ekonomi petani udang, seperti yang dikeluhkan oleh lebih dari 500 penati di Lampung pekan lalu, dan menambah beban kerentanan daya dukung ekologis. (Farodlilah)

Sumber:
http://kiara.or.id/content/view/564/69/

 

KABAR TERBARU

12.06.2014

Jakarta- Bertempat di Media Center KPU Jakarta, 6 Juni 2014, SatuDunia meluncurkan ulang www.pemilubersih.org, media...

PUBLIKASI

14.11.2013

Bagaimana menjembatani pengetahuan kepada masyarakat yang tampaknya tidak tersentuh ICT (teknologi informasi dan komunikasi)?

AGENDA

16.09.2014

Knowledge sharing merupakan salah satu isu penting dalam knowledge management (Manajemen Pengetahuan) dan juga mendukung keberhasilan suatu organisasi atau jaringan.