Menjala Ikan Terakhir, Potret Buram Perikanan Indonesia

Penulis: 
Cut Rindayu

Judul Buku            : Menjala Ikan Terakhir, Sebuah Fakta Kritis di Laut Indonesia
Penulis                  : Riza Damanik, Suhana, udiarti Prasetiamartati
Editor                    : Dani Setiawan
Penerbit                : Walhi 2008
Jumlah Halaman    : 147 halaman

Kondisi terkini perikanan Indonesia sebenarnya berada dalam krisis. Terkadang data-data yang ada tidak sejalan dengan kenyataan yang terjadi di lapangan. Potensi sumberdaya kelautan kita yang besar tidak menjadikan nelayan kita berhenti berteriak kesulitan tangkapan.  

Buku ini mencoba mengemukakan fakta terkini mengenai krisis ikan yang melanda Indonesia. Sumberdaya perikanan laut di negeri ini melebihi angka 58 persen. Namun, ironisnya di lapangan keadaan sungguh berbeda. Nelayan mengeluhkan jumlah tangkapan ikan yang menurun, sementara potensi kelautan kita masih banyak yang belum tergarap.

Konsumsi ikan nasional, volume ekspor ikan nasional, dan volume tangkapan ikan ilegal yang tidak dilaporkan (unreported) menjadi masalah praktek penghisapan sumberdaya perikanan Indonesia. Kondisi ini diperparah dengan lemahnya pengawasan pemerintah dan aparat keamanan. Apabila tidak ditanganai serius tentu saja dikhawatrikan akan menjadi konflik horizontal yang  dapat menimbulkan ancaman keamanan, ketidakstabilan, dan kemiskinan.

Penulisan buku ini melewati beberapa proses  berupa survey illegal fishing di Perairan Sulawesi Utara dan sekitarnya pada Maret 2007. Selanjutnya, penulis juga melengkapi dengan rekam jejak di media terkait perikanan ilegal. Selain itu, buku ini juga dengan kritis menelaah kebijakan dan potret buram penanganan perikanan ilegal di Indonesia dan dunia.

Tidak hanya itu, buku ini juga mengulas beberapa kebijakan pemerintah dan konsekuensinya yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat. Dalam buku ini  misalnya, dipaparkan rentetan alur kasus Tambolongan pada 2005 lalu. Aparat menghilangkan nyawa salah seorang warga yang peduli dengan nasib perikanan di daerahnya.

Ulasan terakhir dari buku sebanyak 7 bab ini adalah mengenai gagasan para pemerhati perikanan di Indonesia. Laut dan kehidupan di sekitarnya tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan penanganan dan perhatian khusus yang berkaitan dengan potensi kelautan ini.

Supaya kita dapat keluar dari krisis perikanan di Indonesia, diperlukan terobosan berani yang mengedepankan kepentingan berkelanjutan sumberdaya perikanan untuk pemenuhan kebutuhan rakyat. Jangan sampai anak cucu kita nantinya akan menjala ikan terakhir.
 

KABAR TERBARU

02.09.2010

Universitas Manchester UK dan HIVOS, ingin mengundang Anda sekalian untuk berpartisipasi dalam survey untuk mengetahui bagaimana komunitas/kelompok/lembaga/jaringan/organisasi masyarakat sipil di...

PUBLIKASI

30.08.2010

Di Indonesia, perkembangan ICT dalam hal ini internet menyisakan ketimpangan digital di masyarakat. Berikut kertas posisi Yayasan Satudunia mengenai hal itu.

AGENDA

03.08.2010

Waktu: 29 Juli s/d 31 Juli 2010, Lokasi: Hotel Belle, Jl Tumpang Gajahmungkur Semarang.