Olah Raga Teratur Tingkatkan Kesehatan Jasmani Odha

Penulis: 
ray

SatuDunia. Olahraga atau latihan fisik pada dasarnya adalah suatu upaya sistematis untuk meningkatkan kemampuan fisik dan berguna sebagai upaya untuk pengembangan prestasi fisik, juga untuk meningkatkan derajat kesehatan.

Dalam kaitannya dengan kesehatan orang dengan HIV/AIDS (Odha), olah raga tetap harus dilakukan. Olah raga dan makanan yang bergizi akan banyak membantu Odha. Olah raga yang teratur dan baik dapat meningkatkan kesehatan jasmani Odha. Karenanya Odha sangat dianjurkan untuk berolahraga saat dirinya masih sehat. 

Namun dalam olah gerak, bisa menimbulkan dehidrasi, maka Odha dianjurkan untuk minum yang cukup agar kadar cairan dalam tubuh dapat dipertahankan. Namun terlalu banyak berolahraga juga dapat menurunkan berat badan, sehinga perlu gizi yang tepat untuk menyeimbangkannya.

Bila terjadi pendarahan pada saat berolahraga, seorang Odha sebaiknya menghentikan olahraga dan menutup lukanya secara rapat. Untuk olah raga yang tepat, sebaiknya Odha melakukan konsultasi dengan dokter. 

Menurut Dr. Suharto Sp. KO.DPH, latihan yang benar akan memberikan efek latihan yang positif berupa peningkatan kemampuan fisik, baik berbentuk kekuatan otot, ketahanan otot, ketahanan peredaran darah dan pernafasan, kelenturan, balance dan lain sebagainya, yang kesemua membentuk kemampuan fisik/pysical fitness.

Semakin tinggi kemampuan fisik seseorang akan semakin besar kemampuan kerja/produktivitasnya dan semakin tinggi derajat kesehatannya. Dalam konteks ini tersirat adanya ketahanan tubuh dapat ditingkatkan melalui latihan fisik. 

“Ketahanan disini sudah mencakup ketahanan seluler, ketahanan humoral dan ketahanan psikologis,” kata Suharto dalam sebuah diskusi Odha dan Olahraga yang digagas KPAD DKI Jakarta dan Forum Wartawan Kesehatan di Jakarta, Kamis (26/2).

Olah raga, baik orang sehat maupun Odha harus mengikuti ketentuan-ketentuan fisiologis dan menganut serta memperhatikan kaidah latihan (training principle)

Misalnya, latihan harus memperhatikan komponen kesegaran jasmani. Yang dilatih seperti kekuatan, ketahanan, jantung paru, kelenturan, komposisi tubuh dan lain-lain.

Latihan harus dilakukan dengan pemberian beban lebih untuk tiap komponen yang dilatih (overload). Kemudian asupan gizi harus disesuaikan dengan kebutuhan, latihan harus diselingi dengan istirahat yang cukup, dan harus olah raga harus dijaga agar tidak terjadi cedera atau overtraining.

“Latihan fisik bagi Odha dapat memperbaharui sistem imunitas tubuh jika dilakukan dengan benar. Tapi sebaliknya, jika terlalu berlebihan maka akan menurunkan sistem kekebalan tubuhnya,” terang Dr. Suharto

Namun menurut Suharto Odha harus menghindari olah raga kontak fisik langsung, seperti tinju, bela diri dan sebagainya, yang bisa menimbulkan cedera fisik langsung. 

Dengan olahraga dan latihan yang terprogram, teratur akan didapati peningkatan ketahanan fisik yang meningkat sebagai bagian dari peningkatan efek latihan (training effect).

Olah raga endurance, kata Dr. Suharto, juga sangat baik buat Odha sepanjang proporsinya tidak berlebihan. Endurance adalah olah raga yang mengikutsertakan otot sebanyak mungkin. Karena kumpulan otot banyak berada di bawah (kaki, paha) dan di atas (punggung, dada) maka gerak tubuh yang cocok adalah joging, bersepeda, cross country dan sebagainya.

Pada dasarnya latihan fisik yang dilakukan oleh Odha akan membantu meningkatkan ketahanan humoral dan ketahanan seluler, yang akan membantu memperlambat perubahan status dari HIV positif menjadi AIDS. 

Dr. Suharto mencontohkan, latihan fisik/olahraga pada Odha juga akan meningkatkan prestasi atlet-atlet Odha, karena selama olahraga dilakukan dengan proporsionin/berimbang akan terjadi perbaikan semua parameter fisik dan pada akhirnya akan meningkatkan prestasi juga.

Misalnya, kata Suharto, Magic Johnson yang sampai sekarang masih melakukan latihan fisik/olahraga secara teratur walau sudah diluar kategori sebagai atlet basket ball dunia lagi. Untuk menjaga status Odha-nya lebih lama dia tetap melakukan latihan fisik terprogram.

Sementara Briggitte Lindegaard MD.PHD membuktikan bahwa latihan beban lebih cepat mengurangi lemak daripada latihan endurance/erobik pada 18 tahun Odha.

Massachusetts General Hospital membuktikan bahwa exercise reguler mengurangi gejala metabolic syndrome pada 45% Odha.

Pada klub-klub bersepeda di California ternyata para pengayuh sepeda yang HIV positif merasa hidupnya lebih nyaman karena kemampuan fisiknya membaik setelah berlatih teratur.

 

KABAR TERBARU

12.06.2014

Jakarta- Bertempat di Media Center KPU Jakarta, 6 Juni 2014, SatuDunia meluncurkan ulang www.pemilubersih.org, media...

PUBLIKASI

14.11.2013

Bagaimana menjembatani pengetahuan kepada masyarakat yang tampaknya tidak tersentuh ICT (teknologi informasi dan komunikasi)?