Penyuluhan HIV/AIDS Digencarkan di Lokalisasi Samarinda

formatnews - Samarinda, 22/10 : Pemerintah Kota Samarinda (Kalimantan Timur) dalam mengantisipasi terus meluasnya HIV/Aids, kini gencar menjalankan program penyuluhan kesehatan kepada mereka yang beresiko tinggi tertular, khususnya para pekerja seks komersial (PSK).

"Program itu sudah berjalan, seperti yang kita lakukan hari ini (21/10) di kawasan Lokalisasi Suka Damai, Loa Hui, Samarinda Seberang, Rabu (21/10)," kata Ketua Harian Tim Penertiban dan Penanggulangan PSK Samarinda, Sulaiman Sade di Samarinda, Rabu.

Program itu gencar dilakukan mengingat jumlah warga yang tertular HIV/Aids di Samarinda tertinggi di Kaltim, yakni mencapai 286 orang.

Penyuluhan yang berlangsung di Balai Pertemuan Lokalisasi Loa Hui melibatkan ratusan wanita penghibur, termasuk sejumlah muncikarinya.

"Kami berharap, melalui penyuluhan ini dapat meningkatkan kesadaran para PSK maupun pegelola. Selama ini, ada kecenderungan mereka (PSK) kurang memperhatikan masalah penggunaan kondom sehingga sangat rentan tertular serta menularkan virus HIV," ujar Sulaiman yang juga sehari-hari juga menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Kota Samarinda.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pihaknya menunjukan bahwa dari lebih 250 PSK di Lokalisasi Suka Damai Loa Hui, hanya 20 hingga 30 orang saja yang rajin memeriksakan kesehatannya di Puskesmas Harapan Baru.

"Pemeriksaan kesehatan secara rutin, akan mengurangi resiko penularan HIV/AIDS, juga dapat mendeteksi secara dini jika ada indikasi penularan," papar dia.

Pihaknya berharap agar melalui penyuluhan rutin itu, maka PSK memiliki kesadaran sendiri tentang pentingnya menjaga kesehatan sendiri.

Selain memberikan penyuluhan kesehatan, dalam penyuluhan itu para petugas mengingatkan agar para PSK rajin menambung, mengingat "karier" mereka bekerja di dunia hitam itu sangat terbatas.

"Siapapun tidak menginginkan menjalani profesi seperti ini, serta tidak mungkin selamanya menjadi PSK, jadi budaya untuk menambung sangat penting," kata petugas saat memberikan penyuluhan.

Pihak Dinas Sosial Samarinda berjanji memberikan pelatihan bahkan akan membantu permodalan jika penghuni lokalisasi itu ada niat keluar dan ingin menjadi warga baik-baik.

Penyuluhan itu juga akan dilaksanakan pada beberapa lokalisasi PSK lainnya di Samarinda, misalnya Lokaliasi PSK Bandang Raya Solong dan Lokalisasi Bayur.

Kepala Bagian (Kabag) Bina Mitra Poltabes Samarinda, Ajun Komisaris Ruskan yang juga ikut aktif melakukan penyuluhan dan pendataan PSK di Kompleks Lokalisasi Bandang Raya Solong mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut.

"Selain sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus HIV/AIDS, penyuluhan ini dilakukan untuk mengantiipasi peredaran Narkoba serta mencegah perdagangan manusia, serta praktek prostitusi anak di bawah umur," katanya.
 

KABAR TERBARU

27.12.2013

SatuDunia, Jakarta. Sebagian aktivis yang sedang melakukan advokasi tidak menganggap penting pengelolaan pengetahuan (Knowledge Management/KM). Apa sebenarnya manfaat KM bagi LSM...

PUBLIKASI

14.11.2013

Bagaimana menjembatani pengetahuan kepada masyarakat yang tampaknya tidak tersentuh ICT (teknologi informasi dan komunikasi)?

AGENDA

02.12.2013

Aplikasi open map dapat dimanfaatkan oleh organisasi masyarakat sipil untuk mendukung kerja-kerjanya, semisal membuat peta sebaran kasus yang ditangani.