PKPA Tutup Program Emergency Aid di Padang
PKPA, Padang. Tidak kurang dari 500 anak dan masyarakat Koto Timur dan Sungai Limau, Padang Pariaman-Sumatera Barat mengikuti acara Festival Seni Anak dan Ceremony of Closing Project- Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Emergency Aid. Acara tersebut didukung oleh Lutheren World Relief (LWR) dan Kindernothilfe.
Pertunjukaan seni dan atraksi anak yang ditampilkan seperti Pencak Silat, Gandang-gandang Tasa, Drama musical “Negeri Impian” berbagai atraksi lainnya yang menarik.
Pada acara penutupan tersebut PKPA juga melakuan serah terima secara simbolik bangunan dan fasilitas Children Center dan Sekolah Sementara kepada MTsN I Padang Alai, SDN 04 Pasir Baru, CC Kayu Angik, CC Durian Daun, SSB Kudu Ganting, dan Korong Tiga Jerong
Project Koordinator PKPA Emergency Aid dalam sambutan serah terima mengatakan, secara resmi kegiatan baru akan berakhir akhir Maret 2010. Namun pada bulan Maret, kegiatan yang dilakukan tersebut untuk melengkapi kekuarangan fasilitas, sekaligus kelengkapan administrasi serah terima.
Pihak masyarakat, pemerintah daerah dan tokoh masyarakat diharapkan dapat menjaga, merawat dan memanfaatkan bangunan dan aset yang ada untuk kemajuan pendidikan dan tumbuh kembang anak.
Sementara itu Makmur, mewakili Kepada Dinas Sosial Padang Pariaman, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada NGOs dan khususnya PKPA yang telah berpatisipasi dalam tanggap darurat dan pemulihan anak-anak pasca Gempabumi 30 September 2009 lalu.
“Sebelum dan sesudah gempa kita memang kurang menyadari masalah perlindungan anak ini. Kehadiran PKPA di Pilubang benar-benar memberikan manfaat, bukan saja bantuan materi semata, namun juga pola pikir masyarakat,” ujar Walikorong Sibaruas mewakili wali nagari Pilubang.
“Anak-anak selama ini kurang diberikan ruang untuk bermain dan mengeksresikan bakatnya. Dengan adanya Children Center yang sudah selesai dibangun tentu akan sangat bermanfaat kedepannya bagi pengembangan kreatfitas dan bakat anak-anak kami,” tambah Walikorong Sibaruas.
Sementara itu, dibalik kemeriahan suasana perpisahan tersimpan rasa kesedihan yang mendalam terutama anak-anak. Di penghujung acara, pelukan dan tangisan mengiringi detik-detik akhir kegiatan. Anak-anak seolah-olah tak ingin lepas dari dekapan kakak-kakak pendamping. Iringan lagu “Kemesraan” menambah suasana makin haru dan hujan air mata. “Trima kasih kakak-kakak PKPA,” ucap salah seroang anak.
