Donasi Program Literasi Digital: Melawan Konten Radikalisme di Media Sosial

Radikalisme adalah persoalan serius di Indonesia. Beberapa anak muda di Indonesia pun kini telah terpapar paham radikalisme. Bahkan sebagian dari mereka bukan sekedar terpapar konten radikal, melainkan sudah menjadi terorisme. Salah satu media penyebaran konten radikalisme dan juga perektrutan teroris adalah media sosial di internet

Pengamat terorisme dari Universitas Indonesia (UI) Solahudin, seperti ditulis di kompas.com,  menyatakan  bahwa media sosial dimanfaatkan secara maksimal oleh kelompok-kelompok ekstrimis di Indonesia. Dalam konteks di Indonesia, media sosial lebih digunakan untuk proses radikalisasi.

Sementara itu, menurut KataData, berdasarkan hasil riset  Wearesosial Hootsuite yang dirilis Januari 2019 pengguna media sosial di Indonesia mencapai 150 juta atau sebesar 56% dari total populasi. Jumlah tersebut naik 20% dari survei sebelumnya. Sementara pengguna media sosial mobile (gadget) mencapai 130 juta atau sekitar 48% dari populasi.

Dari sisi usia, Pengguna media sosial di Indonesia paling banyak berada pada rentang usia 18-34 tahun. Pengguna pria lebih mendominasi, di mana pada rentang usia 18-24 tahun, jumlahnya mencapai 18 persen, lebih unggul dari pengguna wanita dengan persentase 15 persen. Artinya, semakin banyak pengguna media sosial di Indonesia yang rentan terpapar radikalisme.

Terkait dengan itulah SatuDunia berinisiatif menggelar workshop keliling untuk anak-anak muda (SMU dan mahasiswa/wi) untuk melawan konten radikalisme di media sosial.

Materi workshop

Materi workshop antara lain

  1. Mengenal cara penyebaran dan jenis-jenis konten radikalisme di media sosial.
  2. Mengenal berbagai narasi konten radikalisme di media sosial
  3. Membangun konten alternatif melawan radikalisme di media sosial

Setelah mengikuti workshop ini diharapkan peserta mampu melakukan identifikasi konten-konten radikal dan melakukan perlawanan secara individual atau tergorganisir di media sosial.

Kebutuhan Dana

Rencananya akan ada dua kali workshop di Jakarta. Dana yang dibutuhkan untuk dua kali workshop sebesar Rp. 60 juta. Dana yang dibutuhkan untuk setiap kali workshop kira-kira Rp. 30 juta rupiah. Dana itu digunakan untuk membiayai:

  1. Sewa tempat workshop untuk 20 peserta selama 2 hari
  2. Konsumsi untuk 20 peserta selama 2 hari
  3. Alat peraga workshop selama 2 hari
  4. Fee traniner dan fasilitator

Donasi bisa dilakukan melalui No rekening CIMB Niaga atas nama Yayasan SatuDunia No: 025.01.24508.00.6 Cabang Prof. Dr. Soepomo

Pelaporan penggunaan dana akan dilakukan melalui website SatuDunia di www.satudunia.net

Lebih lanjut mengenai Program Literasi Digital: Melawan Konten Radikalisme di Media Sosial dapat menghubungi Misan di misan@satudunia.net atau telp/WA. 0899 680 7793