Welcome to Satudunia.net ! Call us: +62-21-29475653 and send e-mail: info@satudunia.net

Fellowship Jurnalis : Liputan Indepth Report Pasal Karet Pencemaran Nama Baik UU ITE

  1. Pendahuluan

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), seseorang dapat sekaligus menjadi produsen dan konsumen informasi dalam waktu yang bersamaan. Berbagai tindakan yang berpotensi merugikan kepentingan publik, baik yang dilakukan pemegang kekuasaan politik atau kapital di tingkat lokal maupun nasional, dapat dengan mudah dan cepat disebarluaskan. Namun, Kemudahan warga untuk berekspresi di internet itu nampaknya terus terancam dengan keberadaan pasal karet pencemaran nama baik di UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sejak diundangkan, pasal karet pencemaran nama baik di UU ITE telah banyak menimbulkan korban dari masyarakat. Pasal karet ini pun berpotensi digunakan sebagai alat untuk mendisiplinkan demokrasi di internet (demokrasi digital). Medisiplinkan demokrasi adalah istilah halus dari membungkam demokrasi.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memang sudah berjanji untuk merevisi UU ITE. Namun, revisi UU ITE versi pemerintah hanya menjinakan pasal karet itu, tidak menghapuskan sama sekali. Potensi UU ITE dijadikan alat untuk mendisplinkan demokrasi digital dan mengkriminalisasikan warga masih tetap ada.

Terkait dengan itulah Yayasan SatuDunia, organisasi masyarakat sipil yang fokus pada isu TIK dan pengetahuan menyelenggarakan fellowship peliputan mendalam (indepth reporting) mengenai pasal karet pencemaran nama baik.

 

  1. Tujuan

Adapun tujuan dari kegiatan Fellowship ini adalah memfasilitasi liputan mendalam kepada jurnalis terkait dengan pasal karet pencemaran nama baik di UU ITE dari prespektif korban dan Hak Azasi Manusia (HAM)

  1. Tahapan Felloship
Waktu Kegiatan
7 Desember 2015 Peluncuran Program Fellowship
7-31 Desember Penerimaan ToR Liputan dari Jurnalis untuk mengikuti Fellowship
4 Januari 2016 Meeting Juri
5 Januari 2016 Pengumuman Penerima Fellowship
6 Januari 2016 Pendalaman Materi untuk pembekalan peliputan jurnalis pemenang fellowship
7 -20 Januari 2016 Liputan jurnalis ke lapangan
21 Januari a�� 21 Februari 2016 Pemuatan hasil liputan lapangan di media massa masing-masing

 

  1. Peserta Fellowship

Peserta Fellowship ini adalah:

  1. Jurnalis Media Cetak (Koran dan Majalah)
  2. Jurnalis Media Online
  3. Jurnalis Media TV

 

  1. Syarat untuk Mengikuti Fellowship
  2. Jurnalis yang menjadi peserta mengisi formulir yang disediakan
  3. Jurnalis yang menjadi peserta fellowship mengirimkan ToR liputan ke SatuDunia sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
  4. ToR liputan yang dikirimkan oleh peserta fellowship harus meliputi:
    1. Latar belakang (berisi problem statement)
    2. Tujuan liputan
    3. Area liputan
    4. Pihak-pihak yang akan diwawancarai
    5. Rencana dan rentang waktu pemuatan liputan (waktu, rubrik, dsb)

 

  1. Keikutsertaan jurnalis dalam fellowship harus mendapat persetujuan Redaktur di tempat jurnalis tersebut bekerja

 

  1. Jurnalis yang berasal dari Jabodetabek wajib hadir dalam pendalaman materi sebelum peliputan. Untuk jurnalis yang berada di luar Jabodetabek, pendalaman materi dapat menggunakan media lain (live chat, Skype, YM, dsb)

 

  1. Media Massa tempat jurnalis yang menjadi peserta fellowship berkomitmen untuk memuat hasil liputan jurnalis

 

 

  1. Metode Pemberian Fellowship
  2. Jurnalis yang terpilih mengikuti fellowship berhak mendapatkan biaya liputan sebesar Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah)
  3. Sebesar 60 persen dari biaya liputan akan diberikan setelah jurnalis dinyatakan lolos seleksi TOR oleh juri
  4. Sebesar 40 persen dari biaya liputan akan diberikan setelah hasil liputan dimuat di media massa, tempat jurnalis peraih fellowship bekerja.

 

  1. Pemenang Fellowship

Juri memilih 6 jurnalis yang akan mendapatkan fellowship untuk melakukan liputan indepth reporting untuk isu UU ITE

 

  1. Juri

Juri dalam fellowship ini adalah

  1. Anwari dari SatuDunia
  2. Ignatius Haryanto dari LSPP
  3. Bayu dari AJI Indonesia

A�

  1. Topik Liputan

 

Liputan wajib mengangkat UU ITE sebagai topik utama. Jurnalis bebas menentukan sudut pandang, topik turunan, area liputan, narasumber, dsb.

Berikut adalah contoh topik yang dapat diambil:

  1. Tidak boleh lagi ada korban UU ITE
  2. UU ITE sebagai alat pembungkam kebebasan berpendapat
  3. UU ITE dalam kaca mata HAM
  4. UU ITE sebagai senjata ampuh kriminalisasi
  5. Nasib korban UU ITE sejauh ini
  6. UU ITE dan ruang privasi
  7. Ancaman UU ITE pada media sosial
  8. Mengungkap Political Will DPR untuk Merevisi UU ITE
  9. Membuka kesadaran warga untuk ikut mendorong pencabutan pasal 27 UU ITE

Pendaftaran secara online dapat mengisi tautan dibawah ini :

https://docs.google.com/forms/d/1TkmlUzEPsAWmBvn9CRKu6pTbu9D4GcxGyg2nweHxuLU/viewform?usp=send_form

atau mengirimkan email ke : misan@satudunia.demoapps.web.id

Jurnalis dipersilakan memilih di luar contoh-contoh di atas.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi sdr misan, email:A� misan@satudunia.demoapps.web.id atau telepon 021 – 83705520

 

Demikian ToR ini dibuat sebagai panduan bagi terlaksananya kegiatan dengan baik.

 

Salam,

Firdaus Cahyadi

Direktur Eksekutif SatuDunia