Welcome to Satudunia.net ! Call us: +62-21-29475653 and send e-mail: info@satudunia.net

Laporan Alternatif Masyarakat Sipil Indonesia untuk Habitat III

SatuDunia, Jakarta. Jika tidak ada aral melintang sidang Habitat III akan diadakan pada tahun ini. Persiapan sidang Habitat III akan digelar di Surabaya pada Juni 2016. Bagaimana wajah kota Indonesia menjelang sidang Habitat III. Berikut laporan alternatif masyarakat sipil untuk A�sidang Habitat III.

 

sumber foto: http://www.sinarharapan.co/news/read/151231007/air-mata-kampung-pulo-empaskan-banjir
sumber foto: http://www.sinarharapan.co/news/read/151231007/air-mata-kampung-pulo-empaskan-banjir

Gagasan untuk menuliskan alternatif versi masyarakat sipil ini muncul pada saat pertemuan di Jogjakarta pada Juni 2015 yang difasilitasi oleh Rujak Center for Urban Studies (RCUS). Pertemuan itu dihadiri oleh para aktivis organisasi masyarakat sipil, akademisi dan penggiat isu perkotaan dan lingkungan hidup dari berbagai daerah di Indonesia.

 

Pada pertemuan di Jogjakarta itu didiskusikan laporan versi pemerintah untuk Habitat III. Para peserta pertemuan melihat bahwa laporan versi pemerintah belum bahkan tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya dari persoalan perkotaan di Indonesia. Wajah perkotaan di Indonesia yang bopeng sebelah seperti disembunyikan dalam laporan versi pemerintah tersebut. Wajah bopeng sebelah itu antara lain terkait krisis permukiman warga miskin kota (dan juga penggusuran warga miskin kota), krisis ekologi (termasuk kerentanan kota terhadap ancaman perubahan iklim) dan juga inisiatif warga dalam merespons berbagai krisis perkotaan itu belum atau tidak muncul dalam laporan pemerintah tersebut.

 
Belum atau tidak dimasukkannya wajah bopeng sebelah perkotaan di Indonesia dalam laporan pemerintah itu mungkin terkait dengan persoalan citra pemerintah di mata masyarakat, baik nasional maupun internasional. Namun, disembunyikannya wajah bopeng sebelah perkotaan itu bisa berakibat fatal bagi pengambilan kebijakan perkotaan di tingkat lokal, nasional maupun internasional. Model pembangunan perkotaan di Indonesia, yang selama ini mengikuti arah dan kemauan pasar sementara di sisi lain mengabaikan warga miskin kota serta keberlanjutan ekologi, bisa dinilai baik-baik saja atau tidak ada masalah. Karena dinilai baik-baik saja, maka model pembangunan itu akan terus dipertahankan bahkan bisa jadi direplikasi di kota lain. Jika itu terjadi akan berakibat fatal.

 
Terkait dengan itulah, SatuDunia sebagai organisasi masyarakat sipil yang concern pada demokratisasi pengetahuan, dibantu organisasi masyarakat sipil lainnya mencoba mengumpulkan informasi dan pengetahuan berserakan di berbagai literatur dan juga di benak warga serta aktivis organisasi masyarakat sipil tentang krisis perkotaan dan inisiatif warga dalam merespons krisis tersebut.

 
Laporan yang sekarang ada di depan pembaca ini adalah kumpulan informasi dan pengetahuan terkait perkotaan di Indonesia yang diharapkan bisa a�?melengkapia�� bahkan memunculkan wacana baru mengenai model pembangunan perkotaan di Indonesia dan kota-kota lain di dunia.

 

Laporan alternatif ini mungkin tidak pernah ada bila tidak ada bantuan dari berbagai elemen organisasi masyarakat sipil dan aktivis yang concern pada persoalan perkotaan dan lingkungan hidup. Untuk itulah, atas nama SatuDunia, saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Rujak Center for Urban Studies (RCUS), Urban Poor Consortium (UPS), Arkom, Walhi Jogjakarta, Komunitas Prenjak Semarang, Gerobak Hysteria, Paguyuban Warga Stren Kali Surabaya, Universitas Tanjung Pura, Arkom Makassar, Walhi Makassar, Walhi Jawa Timur, Kampungnesia Solo, kawan-kawan aktivis dan organisasi masyarakat sipil yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu. Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada Ford Foundation yang juga telah mendukung upaya penyusunan laporan ini.

 
Akhirnya, kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam laporan ini. Terkait dengan itulah kami mengharapkan kritik dan masukan dari para pembaca laporan ini. Kritik dan masukan dari pembaca sekalian akan bermanfaat sebagai bahan pembelajaran bagi kami dan organisasi masyarakat sipil lainnya.

 

Selengkapnya laporan masyarakat sipil untuk Habitat III dapat diunduh/download di Laporan Masyarakat Sipil Indonesia untuk Habitat III
Hormat kami,

Firdaus Cahyadi
Direktur Eksekutif Yayasan SatuDunia