Pelatihan Menulis Artikel Untuk Pengelola Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Pada 11-14 November 2019, SatuDunia memfasilitasi pelatihan menulis artikel untuk memperkuat Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BDLHK) dan Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) di Makassar. 

Pelatihan penulisan artikel ini merupakan lanjutan dari pelatihan sebelumnya yakni pelatihan membuat notulensi proses untuk balai diklat lingkungan hidup dan kehutanan di Makassar. GIZ Forest and Climate Change Programme (FORCLIME)  sebagai penyelenggara pelatihan ini memandang bahwa sangat penting meningkatkan peran serta pelaksana kehutanan dalam membuat artikel. Karena banyak sekali pelajaran yang ada dialam sektor lingkungan hidup dan kehutanan saat ini.

Peserta dalam pelatihan penulisan ini tidak hanya dari BDLHK Makassar, tapi perwakilan dari BDLHK Samarinda, KPH Kalimantan Utara, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat, dan Pusat Diklat lingkungan hidup Bogor.

Materi pelatihan ini tidak hanya tentang penulisan artikel, yang dapat mendukung kerja-kerja peserta dalam pelaporan dan peliputan kegiatan lapangan, tapi juga pelatihan visual yakni mengambil foto dengan fokus dan angle yang sesuai kaidah jurnalistik dasar. Menurut Amri, salah satu peserta dari Kalimantan Barat menyatakan ‘’ Selain pemahaman, yang paling penting adalah mulai hadir kembali semangat untuk menulis, ‘’.

Para fasilitator dari SatuDunia yakni Firdaus Cahyadi dan Anwari, ingin memberikan nuansa yang berbeda dalam pelatihan yakni sesantai mungkin. Agar ide kreatif dari peserta bisa tersalurkan dengan baik.

Menurut Prima dari KPH Kalimantan Utara’’ Pembelajaran terkait pengambilan fotografi dan terlebih lagi wawancara merupakan pembelajaran baru yang berkesan’’. Dengan metode menulis dan visual paling tidak peserta tidak hanya bisa menulis di blog, tapi juga bisa sharing melalui sosial media. Karena sosial media saat ini merupakan media strategis yang banyak digunakan untuk publikasi.

Pada hari terkhir, peserta melakukan observasi lapangan dengan kunjungan lapangan ke Batimurung dan rammang-rammang. Peserta melalkukan pengamatan lapangan dengan bekal pengalaman menulis di kelas. Hasil dari pengalaman lapangan akan ditulis menjadi tulisan sekaligus laporan kegiatan.