Welcome to Satudunia.net ! Call us: +62-21-29475653 and send e-mail: info@satudunia.net

Penciptaan Pengetahuan di Organisasi

Saat ini, pengetahuan dan kemampuan untuk menciptakan dan memanfaatkan pengetahuan dipertimbangkan sebagai sumber paling penting dari keunggulan kompetitif suatu organisasi. Pengetahuan adalah a�?proses manusia yang dinamis di mana ada pembenaran kepercayaan pribadi terhadap kebenarana�?. Pengetahuan juga relatif terhadap situasi tertentu. Tanpa sebuah konteks, pengetahuan hanya berupa informasi saja, atau dengan kata lain itu bukan pengetahuan. Dalam rangka menciptakan pengetahuan, individu melakukan interaksi sosial. Menurut Nonaka (1994) ada dua jenis pengetahuan yang terdapat dalam setiap organisasi, yaitu pengetahuan yang bersifat tacit dan eksplisit. Pengetahuan tacit meliputi model mental, kepercayaan, dan persuasi dari setiap orang dalam organisasi.

Pengetahuan tacit ini ada di dalam individu dan sulit diekspresikan dengan kata-kata. Pengetahuan tacit juga dapat dipandang sebagai pengetahuan yang terdapat di dalam budaya organisasi, misalnya motivasi dan kemampuan adaptasi yang ditunjukkan oleh individu yang bekerja pada suatu budaya organisasi tertentu, misalnya gagasan, persepsi, cara berpikir, dan sebagainya. Sedangkan pengetahuan eksplisit adalah pengetahuan yang dapat dikodifikasi, dapat dibagikan dan dikomunikasikan kepada orang lain. Pengetahuan eksplisit dapat diungkapkan dengan kata-kata dan angka, disebarkan dalam bentuk data, spesifikasi, dan buku petunjuk. Contohnya adalah buku, laporan, dokumen, surat dan sebagainya.

Salah satu teori yang paling terkenal dari penciptaan pengetahuan organisasi adalah model proses penciptaan pengetahuan Nonaka & Takeuchi (1995) atau lebih dikenal dengan sebutan model Spiral Pengetahuan Nonaka (Nonaka’s Spiral of Knowledge). Menurut Nonaka & Takeuchi (1995), penciptaan pengetahuan dipandang terjadi melalui sebuah proses konversi pengetahuan tacit menjadi eksplisit dan sebaliknya; dan proses tersebut dilakukan dengan cara sosialisasi, eksternalisasi, kombinasi dan internalisasi (SECI).
a�? Proses Sosialisasi (socialization) merupakan proses yang paling dasar dalam melakukan penyebarluasan suatu pengetahuan. Pada proses sosialisasi terjadi interaksi sosial antar individu sehngga terjadi interaksi antara pengetahuan tacit.
a�? Proses eksternalisasi (externalization) merupakan proses pengubahan/penerjemahan pengetahuan dalam bentuk tacit menjadi pengetahuan yang explisit (nyata), umumnya dalam bentuk tulisan ataupun gambar.
a�? Proses kombinasi (combination) terjadi penyebarluasan dan/atau pengembangan dari pengetahuan-pengetahuan eksplisit yang telah ada.
a�? Proses internalisasi (internalization), terjadi perubahan pengetahuan explisit menjadi pengetahuan tacit, umum dilakukan melalui proses belajar dan/atau penelitian yang dilakukan ataupun pengalaman yang dilalui oleh setiap individu

Konsep lain yang penting dalam spiral penciptaan pengetahuan adalah ba, yang paling baik dipahami sebagai a�?konteks berbagi dimana pengetahuan dibagi, dibuat dan digunakan”. Pengetahuan membutuhkan konteks untuk diciptakan seperti konteks yang spesifik. Ba adalah tempat yang menawarkan konteks berbagi. Ba merupakan konteks yang dibagi bersama di antara orang-orang yang berinteraksi dalam proses penciptaan pengetahuan. Konteks tersebut adalah sosial, budaya, bahkan sejarah, yang memberikan landasan bagi seseorang untuk menginterpretasikan informasi, sehingga menciptakan makna, menjadi pengetahuan. Ba tidak harus ruang fisik atau lokasi geografis – seperti ruangan, rumah atau kota a�� tetapi juga ruang-waktu yang bersama-sama menghubungkan berbagai ruang mental dari individu ataupun sekelompok individu dalam/antar organisasi. Ba adalah ruang interaksi yang melibatkan bahasa dan komunikasi. Pengetahuan diciptakan melalui interaksi antara individu-individu atau antara individu dan lingkungan mereka (Nonaka dkk, 2011).

Referensi
Nonaka, I., & Takeuchi, H. 1995. The knowledge-Creating Company. New York: Oxford University Press.

Nonaka, I. 1994. A Dynamic Theory of Organizational Knowledge Creation. Organization Science, 5(1), 14-37.

Nonaka, I., & Toyama, R., & Konno, N. 2001. SECI, Ba and Leadership: A Unified Model of Dynamic Knowledge Creation. In I. Nonaka & D. J. Teece (Eds.), Managing industrial knowledge: Creation, transfer and utilization (pp. 13-39). London: Sage.

shop