Welcome to Satudunia.net ! Call us: +62-21-29475653 and send e-mail: info@satudunia.net

Pendalaman Materi untuk Jurnalis Peliput isu UU ITE

Dalam rangkaian kegiatan kampanye UU ITE, SatuDunia mengadakanFelloeship pendalaman materi bagi jurnalis yang terpilih dalam fellowship bagi jurnalis untuk meliput terkait isu UU ITE. Acara pembekalan ini dilakukan di kantor SatuDunia di Tebet pada Selasa, 12 Januari 2016.

Peserta yang hadir antara lain: Tempo, gress news, Merdeka.com, dan Tribun Jateng. Peserta tampak mengikuti paparan dari masing-masing narasumber dari perspektif yang berbeda. Peserta juga memberikan pertanyaan untuk mempertajam tulisan mereka terkait isu UU ITE.

Pembekalan ini disampaikan oleh : Damar dari Safenet, Asep komaruddin dari LBH Pers, wahyudi Jafar dari Elsam. LBH pers dan Elsam, lebih banyak menyoroti dari sisi hukum positif serta kondisi-kondisi yang terjadi setelah UU ITE ini disahkan sampai dengan saat ini.

Menurut Wahyudi, UU ini sejatinya hanya mengurusi mengenai e-comerce, namun pada praktiknya lebih banyak korbannya adalah pencemaran nama baik melalui internet. Ditambahkan oleh Asep Komaruddin, bahwa UU ini bisa menjadi alat balas dendam, karena begitu pelapor mengadukan kasusnya ke Polisi, maka Polisi bisa langsung menangkap orang tersebut tanpa melalui proses pengadilan.

Menurut Damar Juniarto, jumlah korban UU ITE sampai dengan akhir tahun 2015 berjumlah 62 orang. Secara total jumlah korban UU ITE dari tahun 2008 sampai dengan 2015 berjumlah 138 orang, pastinya akan bertambah hingga UU ini dihapus. Damar melanjutkan bahwa, pasal 27 ayat 3 UU ITE merupakan pasal yang paling banyak digunakan oleh pelapor dalam menjerat orang yang dilaporkannya.

Dengan adanya liputan mendalam dalam fellowship ini, maka seruan untuk merubah UU ITE ini semakin gencar dan masyarakat semakin mengerti bahaya UU ITE. Peliputan yang dimulai besok menandai bahwa kita semua serius ingin merubah UU yang berbahaya bagi kebebasan berpendapat dan mengemukakan aspirasi di dunia maya.

shop