Welcome to Satudunia.net ! Call us: +62-21-29475653 and send e-mail: info@satudunia.net

SatuDunia mendukung DPR untuk merevisi UU ITE

Sebagai wIMG_20151123_105100(1)ujud dukungan SatuDunia dalam mendorong Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk merevisi UU ITE, Jumat (20/11) lalu SatuDunia mengirimkan surat ke DPR sebagai salah satu dukungan agar mereka juga memasukan Revisi UU ITE ini ke PROLEGNAS (program legislasi nasional).
Dukungan ini dilakukan dilatarbelakangi oleh semakin banyaknya korban yang disangkakan melalui UU ITE ini khususnya pasal 27 tentang pencemaran nama baik. Merujuk pada temuan SAFENET, bahwa sampai saat ini sudah ada 118 orang yang dijerat dengan tuduhan pencemaran nama baik. Para terlapor ini statusnya beragam dari hanya sebatas terlapor, sampai terpidana.
Sejak diundangkannya pada tahun 2008, undang-undang ini terus mengalami penolakan, khususnya oleh masyarakat sipil yang menilai undang-undang ini sangat liar. Masih hangat diingatan kita bagaimana kasus Prita Mulyasari yang dituduh mencemarkan nama baik salah satu Rumah Sakit, yang sebenarnya secara wajar sebagai konsumen mengeluhkan pelayanan rumah sakit yang telah dibayarnya.
Terakhir, Kominfo, dibawah Menteri Rudiantara bermaksud merevisi UU ITE ini dengan mengurangi jumlah hukuman dari jeratan UU ini dari 6 tahun menjadi 4 tahun. Hal ini dilakukan agar para korban yang terjerat UU ITE ini tidak langsung ditangkap tapi melalui pengadilan dahulu karena tuntutan hukumannya dibawah 5 tahun penjara.
Draft revisi ini sudah diserahkan ke DPR pada 13 November 2015 lalu, dengan harapan bisa dibahas dan dimasukan ke dalam Prolegnas. Namun, hingga saat ini, ketika DPR memasuki masa sidang November dan Desember, belum ada kejelasan RUU ini dimasukan kedalam program prioritas yang akan dibahas di komisi I.
Oleh karena itu, SatuDunia bersama koalisi masyarakat sipil mendorong agar RUU ini bisa dibahas di DPR dan UU ITE tahun 2008 bisa direvisi sesuai dengan masukan pemerintah bahkan dihapuskan untuk pasal 27 ayat 2.