Welcome to Satudunia.net ! Call us: +62-21-29475653 and send e-mail: info@satudunia.net

UU ITE Memberangus Demokrasi

UU ITE yang diusulkan Kominfo itu bagus pasal 27 dan dilengkapi di pasal 45. Ada baiknya kita menggunakan analisis SWOT. Kita mempertimbangkan demokrasi yang menguat. Jangan UU ITE jangan terlalu saklek memberangus demokratisasi. Ujar Ade Muhammad tenaga Ahli dari partai Nasdem dalam roundtable diskusi yang diadakan pada 26 Februari 2016 di kantor Nasdem Senayan.IMG_20160226_150420

Selain dari Nadem, menjadi pembicara roundatable diskusi ini antara lain, Antonius dari Kominfo dan Rudi Wahyono dari Cides. Diskusi ini dihadiri oleh para staf ahli dari Nasdem, partai PAN, NGO serta jurnalis.

Menurut Antonius, Usulan revisi UU ITE adalah mengeliminasi multitafsir pasal 27 ayat 3. Rapat pemerintah dan DPR, masyarakat merasa ancaman hukumannya 6 tahun dan denda 1 miliar itu berat dan dapat ditahan. Karena ada alasan subyektif penegak hukum untuk menahan. Oleh karena itu perlu penjelasan lebih lanjut untuk mengurangi subyektivitas penegak hukum. Agar tidak ada lagi salah tangkap dengan jeratan UU ITE.

Menurut Rudi, mengapa kebebasan internet itu perlu diatur? Gelombang internet terjadi kebebasan yang sangat bebas. Sehingga tidak bisa ditelusuri lagi darimana asalnya. Ketika proses penyidikan, ada persoalan birokrasi dan kalau dipublish detik itu juga harus ditangkap atau bisa saja dia mempublish dari negara lain dan bisa saja negara tidak masuk pada hubungan diplomatik.

Sampai berita ini diturunkan revisi dan sikap masing-masing fraksi di DPR belum bulat untuk menolak atau menerima revisi UU ITE ini.

shop